Mama patola merupakan salah satu petani perempuan yang menjadikan rumput laut sebagai sumber penghasilan tetap. Sejak tahun 2000an, mama Patola dan masyarakat yang ada disekitar pantai Desa Letbaun, Semau, Nusa Tenggara Timur memulai usaha ini. Tanah yang gersang dan juga sumber air yang jauh dan sulit untuk diperoleh, membuat mereka mengandalkan air asin, yaitu lautan sebagai lahan pertanian mereka.
Mama Patola sendiri menyadari bahwa melalui rumput laut, Ia telah menyekolahkan anak-anaknya hingga tingkat pendidikan tinggi dan juga memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya. Dengan dibantu anak laki-lakinya dan juga nelayan yang lain, mereka bahu membahu mengolah tepi pantai menjadi ladang rumput laut. Ia merasa lelah dan mengeluh, namun hal itu tidak menghentikannya karena tidak banyak pilihan ditanah yang gersang, setidaknya ada lautan luas berlimpah air asin, tempat rumput laut bertumbuh baik.
